Title: Sleeping Handsome
Chapter: one shot
Author: yukamijo
Genre: drama, humor maybe
Warning: -
Rating: PG
Pairing: AoixKazuki
Di jaman dahulu kala, hiduplah Raja Byou dan Ratu Manabu yang tidak memiliki anak. Masalah ini membuat mereka bersedih setiap hari. Padahal mereka sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan seorang anak.
“Raja, bagaimana ini? Kenapa kita belum mempunyai anak sampai sekarang? Padahal anak cacatpun aku reila melahirkan,” kata Ratu Manabu yang sedang gelisah memikirkan hal tersebut.
“Huss!! Ngomong apa sih? Jangan ngomong pengen dikasih anak cacat donk! Tar kalo dikasih beneran gimana? Reila kau?” Raja Byou marah-marah saat mendengar Ratu Manabu mengatakan hal aneh tersebut.
“Lalu bagaimana? Aku kan juga ingin punya anak. Pembantu kita si Ruki aja yang boncel itu punya anak si Kai, hasil cintanya sama si noseless Reita,” Ratu Manabu pun menangis.
“Cup cup, sayang. Begini saja.kita jalan-jalan ke taman dulu untuk menyegarkan otak kita sambil kita pikirkan langkah dan strategi selanjutnya,” bujuk Raja Byou dan ternyata Ratu Manabu mau menerima ajakannya.
Sesampainya di taman, Ratu Manabu memandangi air kolam yang penuh dengan ikan. Namun tiba-tiba Ratu Manabu terjatuh karena kagetnya.
“Ada apa, Ratuku?” tanya Raja Byou terkejut melihat istrinya tiba-tiba terjatuh.
“I… Itu… Itu… Ada ikan bisa ngomong!” jawab Ratu Manabu sambil memeluk Raja Byou.
“Hai! Kenalin, aku adalah ikan ajaib. Namaku Mao,” kata ikan yang bernama Mao itu dengan memonyong-monyongkan bibirnya.
“Apa maumu ikan monyong?” tanya Raja Byou sambil membentak.
“Sabar donk! Aku mau memberikan berita bahagia kepada kalian nih,” kata ikan Mao.
“Be… Berita apa?” tanya Ratu Manabu sesenggukan.
“Begini, kalian ingin punya anak kan?” tanya ikan Mao disambut dengan anggukan kepala dari Raja Byou dan Ratu Manabu secara bersamaan. “Tenang, kalian bakal punya anak seperti yang kalian idam-idamkan.”
“WHAT?? SUMPEH LO??” tanya Raja Byou dan Ratu Manabu bersamaan. Namun ikan Mao ternyata sudah pergi lebih dulu sebelum mereka selesai berbicara.
“Jaaaah… Ilang duluan. Dasar ikan kurang ajar! Ada orang tua ngomong malah ditinggal pergi,” kata Raja Byou marah-marah.
+++
Tak lama setelah kejadian itu, Ratu Manabu pun hamil. Dan setelah 9 bulan, akhirnya Ratu Manabu melahirkan seorang putra yang sangat cantik dan tidak ada yang menandingi kecantikannya bahkan perempuan sekalipun. Lalu mereka menamai pangeran kecil itu Kazuki.
Karena kelahiran yang sangat ditunggu-tunggu tersebut, Raja Byou yang sangat bahagia tersebut mengadakan sebuah pesta besar-besaran. Semua keluarga, sanak saudara, orang-orang di negeri visual kei, peri-peri yang cantik dan jelek semua diundang.
Namun masalahnya, Raja Byou hanya memiliki persediaan piring emas yang sedikit, yaitu hanya 12 piring. Padahal Peri di negeri visual kei ada 13. Jadi Raja Byou hanya mengundang 12 peri saja dan meninggalkan satu peri saja. Semua tamu dan peri telah hadir dan setelah perjamuan mereka memberikan hadiah-hadiah terbaiknya untuk pangeran kecil itu.
“Aduh… Pangeran Kazuki ini cantik sekali sih? Kalau begitu, Peri Tsurugi bakal ngasih kecantikan yang tak ada batasnya,” kata Peri Tsurugi sambil mengayunkan tongaktnya.
“Hmm… Benar kata Peri Tsurugi. Pangeran Kazuki memang cantik. Kalau begitu, aku akan memberikannya berkat kekayaan,” kata Peri Leda.
“Kalau gitu, Peri Sujek bakal ngasih berkat kecentilan dan kenarsisan seperti dhek Waccha aja!” kata Peri Sujk.
Semua berkat-berkat dari para peri sudah diberikan kepada pangeran Kazuki. Dan ketika Peri Uruha selesai memberikan berkatnya kepada pangeran Kazuki, tiba-tiba Peri Tatsurou yang tidak diundang pun muncul dengan sangat marah dan berniat membalas dendam kepada Raja Byou dan Ratu Manabu.
“Heh, Peri Tatsurou, kok kamu ke sini sih? Kan kamu nggak diundang sama Raja Byou!” kata Peri Jin terkejut dengan kedatangan peri Tatsurou.
“Eh suka-suka gw donk! Kan gw juga punya sayap buat terbang. Emang situ aja yang punya sayap?” jawab Peri Tatsurou yang sudah marah dengan gaya sedikit seperti okama taman lawang.
Pada saat itu pula, kerajaan visual kei terjadi kekacauan dan gonjang ganjing karena kedatangan peri tak diundang tersebut.
“Hei kau Raja Byou jelek! Berani-beraninya kau tidak mengundang aku sang Peri Tatsurou yang mempunyai kekuatan bagai Superman? Mau mati kau ya?” kata Peri Tatsurou sambil marah-marah.
“Gomen, Peri tatsurou. Bukan maksudku tidak mengundang dirimu. Tapi saya mempertimbangkan kalau saya mengundang anda, pasti Pangeran Kazuki bakal nangis-nagis terus karena melihat wajah anda yang serem itu,” jawab Raja Byou.
“Kurang ajar! Wajah cantik gini dibilang serem! Kan gw udah maskeran pake masker jengkol setiap hari. Hmm… Kalau begitu terimalah kutukanku!! Tapi aku tidak akan mengutuk dirimu. Aku akan mengutuk Pangeran Kazuki! Di usianya yang ke-15 tahun, Pangeran Kazuki akan mati karena tertusuk jarum jahit! Hahaha…! Keren kan kutukan gw?!,” kata Peri Tatsurou sambil tertawa terbahak-bahak.
Wkwkwkwk…. Terdengar suara tertawa terbahak-bahak di ruangan pesta tersebut. Dan terlihat wajah Peri Tatsurou jengkel.
“Hahaha… Hey, peri nistah, mana ada orang mati gara-gara tertusuk jarum doank?” tanya Peri Zero sambil gulung-gulung di lantai.
“Bah! Kau tak percaya sama aku? Lihat saja nanti. Pasti kau akan menyesal!” kata Peri Tatsurou dengan logat Bataknya.
Saat Peri Tatsurou mengayunkan tongkatnya, Peri Hizaki juga mengayunkan tongkatnya dan menangkal kutukan dari Peri Tatsurou. Setelah tahu kutukannya berhasil ditangkal oleh Peri Hizaki, Peri Tatsurou menghilang entah kemana.
“Kok ilang? Kemana perginya?” tanya Ratu Manabu kaget.
“Raja Byou dan Ratu Manabu tidak usah cemas. Paling-paling Peri Tatsurou sedang apdet status di twitter. Dan masalah kutukan, karena semuanya sudah tahu bahwa Peri Tatsurou sangat kuat dari yang lain, maka kutukan tersebut masih berlaku namun saya sudah menghambat kutukan tersebut. Pangeran Kazuki tidak akan mati. Dia hanya akan tertidur selama 100 tahun,”
“WHAT?? 100 TAHUN?? KAGAK SALAH LO??” kata Ratu Manabu syok sambil menggendong Pangeran Kazuki.
“Hey peri, lama sekali dia tertidur? Emang ngga ada diskonan? Jangan lama-lama donk! Kan kasihan si pangeran menderita,” tanya Raja Byou yang juga syok.
“LO KATE GW TOKO BUKU?? PAKE DISKONAN SEGALA! Udah bagus gw kagak matiin Pangeran kau! Udah ah. Gw pulang aja!” kata peri Hizaki.
Karena insiden tersebut, akhirnya pesta dibubarkan. Dan Raja Byou memerintahkan kepada seluruh rakyatnya untuk memusnahkan semua jarum di negeri visual kei. Sementara itu, semua berkat yang diberikan peri-peri tersebut terwujud. Pangeran Kazuki tumbuh menjadi pangeran yang cantik, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.
+++
Dan tepat pada ulang tahun Pangeran Kazuki yang ke-15, bertepatan dengan Raja Byou dan Ratu Manabu harus meninggalkan istana dan Pangeran Kazuki ditinggalkan di istana sendirian. Hanya Reita sang pembantu kepercayaan Pangeran Kazuki yang menemani hari-hari Pangeran Kazuki di istana.
“Reisek (Reita pesek), malang bener ya nasib gw. Di saat gw ultah, nyak babe ngga ada di istana. Padahal gw kan mau bikin pesta yang dipenuhi dengan bishie-bishie keren dan kece kayak gw,” kata Pangeran Kazuki dalam ke-manyun-an.
“Sabar Bos! Kan Raja Byou dan Ratu Manabu sedang tugas kenegaraan. Walaupun si Bos ngga bisa mengadakan pesta, kan masih ada saya, seorang bishie keren dan kece yang siap menemani si Bos,” Reita menghibur Pangeran Kazuki.
“Hah? Gw ngga salah denger? Lo bishie keren dan kece? Wkwkwk… Lo mah bishie yang kagak punya idung! Sama noh ma si Sule. Hahaha… Udah ah, gw mau jalan-jalan keliling istana dulu ye! Lo di sini aja. Gw kagak bakal kemana-mana kok,” kata Pangeran Kazuki.
“Tapi Bos… Kalau Raja dan Ratu tahu gimana?” Reita sedikit takut.
“Goblok! Raja dan Ratu kan lagi dinas ke luar negeri. Studi banding etika ke Yunani kayak anggota DPR negeri sebelah. Jadi kagak bakal tahu, dodol!” Pangeran Kazuki memukul kepala Reita.
“Oh iya juga ya? Hehehe… Ya sudah kalau begitu Pangeran Kazuki silahkan jalan-jalan. Saya tunggu di dapur ya! Sambil pacaran sama istri saya neng Ruki,” kata Reita yang langsung ditinggalkan oleh Pangeran Kazuki.
Pangeran Kazuki langsung menjelajahi setiap ruangan di istana. Sampai akhirnya dia berada di sebuah kamar yang sempit dan sangat asing baginya. Di dalam kamar tersebut ternyata ada seseorang yang sedang menjahit dan terlihat sangat sibuk.
“Hey kau! Apa yang kau lakukan di sini?” kata Pangeran Kazuki dengan lantang. Orang tersebut menoleh ke arah Pangeran Kazuki.
“Lo kagak liat gw lagi ngapain? Gw lagi mancing! Jelas-jelas gw lagi jahit jubah gw yang sobek,” kata orang itu sewot.
“Hooo… Gw piker lo lagi naek odong-odong. Lo lagi jahit? Gw mau lihat donk! Emak gw kagak pernah jahit noh. Jadi gw kagak pernah tahu cara menjahit baju dengan baik dan benar,” kata Pangeran Kazuki yang langsung mendekat ke orang tersebut. “Bagus juga jahitan lo. Gw mau donk nyobain!”
Ditariknya jubah orang tersebut dan Pangeran Kazuki mulai menjahit di jubah orang tersebut. Sampai akhirnya Pangeran Kazuki berhasil membuat pola pokemon di jubah orang itu.
Namun sebelum dia berhasil menyelesaikan jahitan pokemonnya, jarum yang dia pegang tak sengaja menusuk jarinya yang lentik. Tiba-tiba saja tubuh Pangeran Kazuki lemas dan tergolek di lantai.
Setelah Raja Byou dan Ratu Manabu tahu kabar pangeran yang tertusuk jarum jahit, mereka langsung pulang ke istana. Raja dan Ratu sangat terpukul melihat pangerannya yang cantik itu tergolek lemas di ranjang kamarnya.
“Raja, bagaimana ini? Pangeran kita yang cantik sekarang tertidur. Kalau sampai 100 tahun pangeran kita tertidur, kecantikannya akan menghilang dan akhirnya tua dan keriput. Ratu tidak mau sampai itu terjadi,” Ratu Manabu menangis di pelukan Raja Byou.
“Tenanglah, Manabuku sayang. Aku sudah punya akal untuk menghambat penuaan Kazuki sejak usia dini,” kata Raja Byou.
“Apa itu Rajaku sayang?” tanya Ratu Manabu ingin tahu.
“Ini dia! Kolagen. Ramuan yang dipercaya menunda penuaan dan keriput. Kalau banyak-banyak minum ini, Kazuki tidak akan tua walaupun usianya sudah 100 tahun,” jawab Raja Byou sambil mengeluarkan sebotol kecil ramuan kolagen dengan gaya iklan.
“Ramuan kolagen? Rajaku dapet dari mana?” tanya Ratu Manabu.
“Tadi Raja ketemu sama mbah Kamijo di warung kopi di depan istana. Lalu mbah Kamijo ngasih Raja ini,” jelas Raja Byou.
“Hoooo….,” Ratu Manabu menganggukkan kepalanya.
Lalu Ratu Manabu pun setuju dengan perkataan Raja Byou. Dan akhirnya Pangeran Kazuki setiap hari diminumi kolagen tersebut secara teratur. Dan benar saja, Pangeran Kazuki tidak terlihat tua sama sekali. Dia tetap terlihat seperti remaja belia pada umumnya.
+++
Tahun-tahun sudah berlalu. Kerajaan negeri visual kei mulai runtuh dan bangkrut. Akhirnya Raja dan Ratu harus pindah di sebuah gubuk tua di tengah hutan. Mereka tak lupa juga membawa sang Pangeran.
Tapi kehidupan Raja Byou dan Ratu Manabu tidaklah lama. Akhirnya mereka meninggal dan meninggalkan Pangeran Kazuki yang masih tetap tertidur di ranjangnya sampai 100 tahun lamanya.
Pada suatu hari, ada seorang pangeran negeri seberang yang sedang menjelajahi hutan tersebut. Walaupun kata orang-orang hutan tersebut berbahaya dan angker, pangeran tersebut tidak takut.
“Pangeran Aoi, anda tidak takut? Hutan ini kan angker,” kata prajuritnya, Hiroto.
“Tak ada yang Aoi takuti! Kau takut ya, Mpon?” tanya Aoi.
“Anoo… Sedikit sih,” jawab Hiroto yang sehari-hari dipanggil Mpon itu.
“Cemen kau! Gitu aja takut. Kalau begitu, kita istirahat dulu. Mumpung di situ ada gubuk di depan. Baru besok kita lanjutkan perjalanan kita ke barat,” ajak Aoi. Mpon pun mengikuti Aoi dari belakang. Karena Mpon hanyalah seorang prajurit bawahan Pangeran Aoi.
Aoi dan Mpon akhirnya mencari pemilik gubuk tersebut tapi setelah menjelajahi gubuk dan berteriak-teriak, ternyata tak ada seorangpun. Akhirnya Mpon menghampiri kamar Pangeran Kazuki. Namun saat mereka sedang melihat-lihat isi kamar tersebut…
“WAAAAAAAAAAAAA!!!” Aoi dan Mpon berteriak sekencang mungkin dan keluar dari gubuk saat melihat ada seseorang berpakaian serba putih duduk di lantai.
“Katanya Pageran kagak takut? Tapi kok jeritnya paling keras?” protes Mpon.
“Sarap!! Itu tadi kan reflek! Ngomong-ngomong itu tadi hantu atau orang ya?” kata Pangeran Aoi ngeles.
“Saya mana tahu, Pangeran! Pangeran Aoi aja yang ngecek. Saya jaga-jaga di sini,” kata Mpon. Dengan reflek Pangeran Aoi memukul kepala Mpon.
“Mang sapa yang jadi pangeran? Lo ato gw? Udah! Lo ke dalem deh!” perintah Pangeran Aoi.
Namun sebelum Mpon mengerjakan perintah dari Pangeran Aoi, tiba-tiba mereka melihat orang yang berpakaian putih itu keluar dari gubuk tersebut.
Orang itu mendekati mereka berdua sambil berlarian. Dan tiba-tiba…. BRUAAK!!! Orang berpakaian putih itu langsung memeluk Pangeran Aoi.
“Heh! Siapa kau? Berani-beraninya meluk Pangeran seganteng gw seenaknya?” Pangeran Aoi marah-marah.
“OMIJOOO… Ganteng banget cowok ini… Emang kagak salah gw mata gw walaupun udah 100 tahun kagak dipake,” kata orang tersebut yang ternyata Pangeran Kazuki yang sudah terbangun dari kubur.
“Gw juga pangeran tau! Nama gw Kazuki! Tapi sekarang udah ngga jadi pangeran. Istana gw udh runtuh duluan dan gw baru bangun dari tidur panjang gw,” Pangeran Kazuki tiba-tiba menangis di pelukan Pangeran Aoi. Pangeran Aoi yang tidak tega langsung memeluknya.
“Eh? Bukannya di mana-mana putri tidur nunggu ada pangeran datang terus nyium dia dulu baru bisa bangun?” Pangeran Aoi bertanya keheranan.
“Kelamaan noh nunggu pangeran bishie lewat! Gw tar keburu tua! Lagian gw kan sebenernya bisa bangun cuma dengan nyium bau bishie keren lewat,” kata Pangeran Kazuki.
“Lalu baru sekarang lo bangun?” tanya Pangeran Aoi.
“Sebenernya gw udah bangun dari dulu. Soalnya gw sering nyium bau bishie-bishie berkeliaran. Tapi gw ngga pernah buka mata. Baru kali ini aja,” jawab Pangeran Kazuki.
“Trus kok baru sekarang buka matanya?” lanjut Pangeran Aoi.
“Soalnya gw pernah mimpi gw didatengin peri. Trus peri itu bilang gw kudu buka mata kalo gw ketemu ma pangeran bishie yang bibirnya kayak gurameh. Kalo ngga, gw bisa langsung mati,” jawab Pangeran Kazuki.
“JADI LO MENGHINA GW PUNYA BIBIR KAYAK GURAMEH?? KURANG AJAR LO!” bentak Pangeran Aoi.
Namun tiba-tiba di saat Pangeran Aoi sedang marah-marah, Pangeran Kazuki malah mencuri kesempatan untuk mencium bibir Pangeran Aoi. Pangeran Aoi seketika itu membatu dan tubuhnya tidak bisa bergerak saking syoknya.
Di dalam dada Pangeran Aoi terasa seperti band kesayangannya the GazettE sedang menggelar konser. Dan tiba-tiba Pangeran Aoi memeluk Pangeran Kazuki dan membalas ciuman Pangeran Kazuki dengan French kiss yang melelehkan tubuh Pangeran Kazuki.
“Namaku Aoi,” kata Pangeran Aoi tiba-tiba.
“Namaku Kazuki,” balas Kazuki.
Setelah memperkenalkan nama masing-masing, kegiatan mereka yang sempat terhenti akhirnya mereka lanjutkan kembali. Mpon sang prajurit hanya melihat dari jauh dengan melongo.
FIN
+++
A/N: maaf kalau sedikit melenceng dari cerita slid an sedikit nistah. Mungkin akan ada lanjutannya nanti kalau author kagak males. Dan maaf juga kalo ficnya agak jelek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar