Senin, 06 Juni 2011

You Make Me Crazy

Title: You Make Me Crazy
Author : Yukamijo
Pairing: AkixKei (Sadie)
Chapter: 1/1 (oneshot)
Genre: Romance, fluff (maybe)
Rating: PG
Warning: -

Kei membuka matanya dan memandangi sesosok lelaki yang tertidur di sebelahnya. Kei memeluknya dengan penuh kelembutan dan menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu.

Tanpa sadar, lelaki itu membuka matanya dan kembali memeluk Kei. Karena terkejut, Kei memalingkan pandangannya ke wajah lelaki itu.

“Aki, kau sudah bangun?” kata Kei sambil tersenyum dan Aki membalas senyumanya.

“Aku terbangun karena kau,” Aki mengubah posisinya menjadi setengah duduk dan segera memeluk kekasihnya lagi.

“Gomen, aku tidak bermaksud membangunkanmu, sayang,” Kei meminta maaf.

“Aku terbangun karena aku ingin melihat wajah kekasihku,” kata Aki sambil membelai pipi kekasihnya. Kei pun tersenyum.

“Oh ya, hari ini kita tidak ada jadwal rehearsal. Bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat?” kata Kei.

“Ke suatu tempat? Kau mau ke mana?” tanya Aki.

“Hmm… Entahlah. Yang pasti hanya kita saja yang pergi. Bagaimana?” Kei terlihat sangat bersemangat.

“Maksudmu kau ingin kita pergi kencan? Hmm… Kalau begitu aku tahu tempat yang cocok untuk kita berkencan,” kata Aki sambil tersenyum penuh arti.

“Oh ya? Kita mau pergi ke mana?” Kei lebih bersemangat dari sebelumnya.

“Himitsu. Sekarang segera mandi dan bersiap-siap. Kau akan tahu nanti setelah kita sampai,” kata Aki.

Dengan segera Kei bergegas membereskan semuanyadan segera mandi. Dia terlihat sibuk untuk menyiapkan kencan mereka yang sangat mendadak.

Setelah mereka selesai bersiap-siap, mereka segera menuju mobil. Aki yang mengambil alih kemudinya.

Di dalam perjalanan, Kei tak henti-hentinya bertanya kepada Aki kemana mereka akan pergi. Namun Aki tetaplah Aki. Dengan wajah yang cool, dia hanya menjawab himitsu. Dan karena merasa kesal dengan jawaban kekasihnya, dia memilih diam tanpa memperhatikan kekasihnya.

Akhirnya setelah beberapa menit, mereka sampai di tempat yang dimaksud tadi. Kei terlihat sangat terkejut dan merasa senang setelah tahu tempat yang telah dirahasiakan oleh Aki sepanjang perjalanan tadi.

“Jadi kita akan berkencan di sini? Di sebuah taman hiburan?” tanya Kei dengan wajah yang berbinar-binar.

Aki hanya membalas dengan anggukan kepala. Kemudian mereka turun dari mobil dan memasuki area taman bermain itu.

Setelah memasuki taman bermain, Kei mengajak Aki untuk menaiki carousel namun Aki menolaknya.

“Ayolah sayang! Kenapa kau menolak? Kalau kau tidak mau bermain, kenapa kau mengajakku ke sini?” Kei mulai memanyunkan bibirnya.

“Kita ke sini bukan untuk naik carousel. Aku mau mengajakmu ke suatu tempat,” kata Aki sambil menggandeng tangan Kei.

Kei terlihat agak kesal dengan ulah Aki hari ini. Dia selalu merahasiakan segala sesuatunya dari Kei. Namun Kei tetap saja menuruti kata-kata kekasihnya itu.

“Nah, kita sudah sampai,” kata Aki setelah mereka berada di depan rumah hantu.

Kei membelalakkan matanya melihat sebuah rumah hantu yang jaraknya sudah tinggal beberapa langkah lagi.

Kei dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan tangannya dari Aki. Namun Aki menggenggam tangan Kei terlalu kuat sehingga dia tidak bisa melepaskan diri dari Aki.

“Aki, apa yang sedang kau pikirkan? Kau tahu aku tidak suka dengan tempat ini. Tapi kenapa kau tetap membawaku ke sini?” Kei berteriak kepada Aki sambil tetap mencoba untuk melepaskan diri dari Aki.

“Kei, dengarkan aku dulu. Kita datang ke sini berdua. Aku hanya ingin melihat kau berani. Itu saja. Tak ada maksud untuk membuatmu takut. Ayolah sayang, aku kan berada di sampingmu. Aku tak akan meninggalkanmu,” Aki berusaha membujuk Kei namun sepertinya Kei tetap berkeras hati untuk memasuki rumah hantu itu.

“TIDAK! SEKALI AKU BILANG TIDAK, ITU ARTINYA TIDAK! Sekarang lepaskan tanganku! Aku mau pulang!” setelah berusaha keras, akhirnya Kei terlepas dari Aki dan sia segera berbalik dan meninggalkan Aki.

Aki mengejar Kei yang terlihat benar-benar marah. Aki menggapai tangan Kei, namun Kei menolak.

“Lepaskan tanganku atau aku akan memukulmu?” Kei mengepalkan jari-jarinya dan bersiap untuk memukul wajah Aki.

Sebelum Kei memukulnya, Aki dengan segera meraih tubuh Kei dan memeluk kekasihnya itu. Kei tiba-tiba merenggangkan kepalan tangannya dan hatinya pun luluh.

“Kei, jangan marah. Baiklah aku minta maaf. Aku juga tidak memaksamu untuk masuk ke rumah hantu itu. Sekarang lebih baik kita mencari sarapan,” ucap Aki menenangkan kekasihnya.

Kei hanya diam tak berkata apapun. Dia menuruti kemana pun Aki membawanya. Dia benar-benar masih kesal dengan tingkah laku Aki.

Mereka berdua pergi ke sebuah kafe di dekat taman hiburan tersebut dan segera memesan makanan. Tetap saja Kei memasang tampang kesal dan tetap tidak mau mengucapkan sepatah katapun kepada Aki sampai makanan yang mereka pesan datang.

“Anoo… Aki-chan?” seorang perempuan menghampiri meja mereka dan menepuk bahu Aki.

Kei memperhatikan wanita tersebut berbincang-bincang dengan Aki. Tatapan Kei menjadi lebih mengerikan dari sebelumnya. Dia benar-benar merasa ingin membalikkan meja di depannya dan menampar wanita yang sedang berbicara dengan kekasihnya itu.

“Siapa dia?” Kei bertanya dengan ketus setelah wanita itu pergi.

“Maksudmu wanita itu tadi? Dia mantan kekasihku,” jawab Aki enteng.

“Aku pergi!” Kei tiba-tiba meninggalkan Aki dan pergi begitu saja.

Aki berusaha menghentikan Kei namun kekasihnya itu terlanjur menaiki taksi dan pulang tanpa Aki. Aki segera menyelesaikan makannya dan segera pulang menyusul Kei.

+++

Kei duduk terdiam dan membenamkan kepalanya di antara lututnya yang dia tekuk. Air matanya menetes tanpa henti. Tiba-tiba pintu apartemennya dibuka oleh seseorang. Dan Aki muncul dari balik pintu.

Aki menghampiri kekasihnya dan memeluknya. Namun dengan segera Kei menampik pelukan Aki. Kei bangkit dari duduknya.

“Pergi dariku! Aku tidak mau melihatmu lagi!” teriak Kei sambil meninggalkan Aki di ruang tamu dan menuju kamarnya.

“Sebenarnya ada apa denganmu hari ini? Kenapa kau tiba-tiba marah padaku hanya karena aku mengajakmu ke rumah hantu?” Aki berbalik berteriak dari ruang tamu.

“Kau jahat, Aki! Aku hanya berharap hari ini kita bisa melewati hari ini ini berdua dengan menyenangkan. Tapi kau membuat semua ini berantakan!” Kei berteriak dari kamarnya.

Aki menghampiri Kei dan mencoba untuk memeluk kekasihnya itu. Walaupun Kei mencoba berkali-kali melawan Aki, namun akhirnya dia mengalah dan luluh kepada Aki.

“Kei, aku minta maaf. Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Aku tidak akan mengajakmu pergi ke rumah hantu lagi,” kata Aki lembut.

“Jangan pernah kau merahasiakan sesuatu padaku lagi! Aku benci itu. Dan satu lagi, kenapa wanita itu kau biarkan memanggilmu dengan sebutan Aki-chan? Bukannya kau benci dengan sebutan itu dan kau tidak mengijinkanku memanggilmu dengan sebutan itu?”

“Eh? Jadi kau marah dan meninggalkan aku hanya karena itu? Hahaha,” Aki tertawa. “Kei, Aku tidak suka kau panggil aku seperti itu karena aku muak dengan panggilan itu. Kau tahu kan dia mantan kekasihku? Karena itulah aku tidak suka seseorang memanggilku Aki-chan. Karena dialah aku membenci panggilan itu. Karena aku tidak mau mengingat masa laluku waktu bersamanya,” jelas Aki sambil memeluk Kei.

“Hontou? Baiklah. Kali ini aku percaya padamu. Aki, maafkan aku. Aku kekanak-kanakan hari ini,” Kei memeluk Aki. “Tunggu! Tapi kau harus menerima hukuman karena telah membuat kencan kita berantakan.”

“Hukuman? Aku hanrus menerima hukuman?” Aki terkejut.

“Iya. Kau harus dihukum sekarang!” kata Kei.

“Apa hukumannya? Aku tidak bisa menolaknya. Akan aku lakukan seperti katamu, sayang,” kata Aki.

“Bagus. Hukumannya adalah… Having sex with me. Right now,” Kei tersenyum menggoda.

“Sekarang? Ini masih siang, sayang! Bagaimana kalau nanti malam?” tawar Aki.

“No! kau sudah bilang kalau kau akan melakukan apapun permintaanku kan? Sekarang lakukan!” kata Kei.

“Baiklah, sayang. As you wish,” Aki mulai mencium kekasihnya dan mulai melaksanakan hukuman yang dia terima.

+++
OWARI