Tittle: I’M SORRY I BREAK YOUR HEART
Chapter: oneshot
Pairing: UruhaxKai
Rating: PG
Ting... tong! Bel apartemen Uruha terdengar dipencet oleh seseorang. Uruha pun bergegas menuju pintu untuk melihat siapa yang datang. Saat membuka pintu, Uruha pun terkejut. Ternyata yang datang adalah Kai dengan dua koper besar di sampingnya.
Kai : (dengan memasang senyum di wajahnya) Hai Uruchan!
Uruha : Sedang apa kau malam-malam ke sini dengan dua koper itu?
Kai : Maaf, Uruchan. Malam-malam begini aku mengganggumu. Ano... apa boleh aku untuk sementara tinggal di apartemenmu?
Uruha : Memang ada apa dengan apartemenmu?
Kai : (dengan senyuman) Umm... apartemenku sudah dihuni orang lain
Uruha : Hah? Apa maksudmu?
Kai : Umm... begini, sebenarnya aku sudah nunggak pembayaran sewa apartemen selama tiga bulan. (tertawa kecil)
Uruha : Nani? Tiga bulan? (agak marah) Ya ampun, Kaichan! Bukannya kemarin kau baru dapat uang? Kenapa untuk bayar sewa saja kau tak bisa? Kemarin kan uangmu lebih kalau hanya untuk bayar sewa selama tiga bulan.
Kai : (memasang wajah melas) Maaf, Uruchan! Tapi uangku baru dirampok oleh orang waktu aku mau membayar sewa.
Uruha : Ya sudah. Kau boleh tidur di sini untuk sementara sampai kau punya uang untuk sewa apartemen baru.
Kai : (senyum gembira) Hontou ka? Arigatou na Uruchan!! (mencium pipi Uruha dan langsung mengangkat kopernya)
Uruha : (sambil membantu Kai) Nee... Kaichan! Sebenarnya aku senang kau bisa tinggal di sini bersamaku. Jadi aku bisa punya teman untuk berbicara jika ada waktu senggang.
Kai : (menatap Uruha dan terseyum) Aku juga senang kau memperbolehkan aku tinggal di sini. (wajah memuram) Habisnya, tadi aku sudah ke apartemen Aoi, Reita, dan Ruki. Tapi mereka mengusirku dan ngomel-ngomel. Kau memang teman yang baik, Uruchan. (tersenyum kembali)
Uruha : (wajahnya tersenyum) Oia, aku ada janji dengan Reita dan Ruki. Apa kau mau ikut?
Kai : Ah... tidak usah. Aku di sini saja. Lagipula aku harus menata barang-barangku dulu.
Uruha : Sou ka? Ya sudah. Nanti kalau ada apa-apa kabari aku.
Kai : (mengangguk)
Uruha : (menyalami Reita dan Ruki) Yow!
Reita : Yosh!
Ruki : Konbanwa!
Uruha : (duduk di sebelah Ruki) Aku ada sedikit kabar
Ruki : Kabar apa?
Uruha : Kabar bahwa ada penghuni baru di apartemenku
Reita : Nani? Penghuni apa maksudmu? Hantu?
Uruha : Bukan. Kai.
Reita : Nee? Kai? Apa maksudmu?
Uruha : Baka! Jangan berlagak kalian tak tahu soal Kai. Kalian tadi juga mengusirnya dari apartemen kalian kan?
Reita : Aaa... Wakatta! Ternyata Kai sekarang tinggal di apartemenmu?
Ruki : Sugoi! Jadi kau tak kesepian lagi kan? Ada teman yang bisa menjagamu sekarang. (tertawa setan)
Uruha : Diam kau! Memang aku akui aku senang ada teman buatku. Tapi aku tak tahu karakter Kai. Dia kan baru di kelompok kita.
Ruki : Kau kan bisa sekalian menjalin persahabatan dengannya. Ya kan?
Reita : (mengangguk) Oh! Benar kata Ruki.
Uruha : Yosh! Tapi aku lihat Kai adalah anak yang manis. Dia sangat ramah dan murah senyum. (sambil tersenyum)
Reita : Nee... Uruha. Sepertinya kau mulai menyukai Kai pada pandangan pertama. (tersenyum mengejek)
Uruha : Gila kau! Aku tak percaya cinta pada pandangan pertama.
Ruki : Hahaha... tapi kau jangan lupakan temanmu. Aoi.
Uruha : Memang ada apa dengan Aoi?
Reita : Uruha, apakah kau tak tahu cerita Aoi adalah pacar Kai?
Uruha : Eee? Nani? Hontou ka?
Ruki : (tertawa mengejek Uruha) Nee... Uruha, kau pikir siapa yang mengenal Kai lebih dulu?
Reita : Aoi.
Ruki : Siapa yang mengajak Kai bergabung?
Reita : Aoi.
Ruki : Dan kau juga ingat tidak waktu dia mengatakan dia menyukai seseorang? Dia menyukai Kai. Aoi sangat menyukai bahkan mencintai Kai.
Reita : Yosh! Itu benar. Waktu Aoi bingung mencarikan obat demam, itu semua untuk Kai.
Uruha : Sou ka? Tapi kenapa Aoi tidak menerima Kai di tempatnya? Bukannya Aoi mencintai Kai?
Ruki : (tampang terkejut) Sou ka? Kenapa aku tak tahu soal itu?
Reita : (juga terkejut) Aku juga baru tahu hal itu.
Uruha : Tapi itulah kenyataannya.
Reita : Nee... Aoi, aku dengar Kai menginap di tempat Uruha untuk beberapa hari.
Aoi : (tampang cuek) Sou ka?
Reita : Sepertinya ada yang aneh denganmu. Apa kau sakit?
Aoi : Iie. Aku baik-baik saja.
Reita : Lalu kenapa kau cuek terhadap Kai? Kau tidak menampung Kai di tempatmu padahal tempatmu ini lumayan besar daripada tempat Uruha.
Aoi : Kau mau tahu? Kai selingkuh di belakangku.
Reita : Nani? Selingkuh? Dari mana kau tahu?
Aoi : YA PASTINYA AKU TAHU! AKU MELIHAT DENGAN MATA KEPALAKU SENDIRI! DIA BERGANDENGAN TANGAN DAN BERMESRAAN DENGAN MIYAVI!
Reita : Hah? Dengan adikmu sendiri? Lalu kau tidak bertanya pada Kai alasannya?
Aoi : Iie. Buat apa aku bertanya. Itu semua sudah jelas. Sudahlah! Jangan bertanya atau mengungkit-ungkit tentang Kai!
Reita : Ya sudah. Aku mau pergi dulu. Ada janji dengan Kaoru dan Natsu. Jaa na!
Aoi : Yosh!
Ah... jadi bete aku di sini terus menerus. Sial! Rokok juga habis!
Kai : Yosh! Sudah sampai di tempat Aoi. Dia pasti suka aku datang dengan membawa kue kesukaannya.
Aoi : (dari kejauhan) Kai? Ada apa dia masih mencariku? (mendekati Kai)
Kai! Ada apa kau di tempatku? Kita sudah berakhir! Kau ingat itu?
Kai : (terkejut) Aoichan! Apa maksudmu? Kenapa kau begitu denganku? Apa salahku?
Aoi : Apa salahmu? Masuk kau! (Aoi mencengkeram kerah baju Kai dan menyeretnya ke dalam apartemennya)
Kai : Aoi! Lepaskan! Sakit!
Aoi : Kau mau tahu apa salahmu? OK! APA KAU INGAT KAU PULANG BERSAMA MIYAVI DAN KAU BERMESRAAN DENGANNYA! KAU SELINGKUH DENGAN MIYAVI! AKU SAKIT HATI!
Kai : Apa maksudmu? Aku tak pernah bermesraan dengan Miyavi.
Aoi : OH! KAU TAK INGAT? ITU TERJADI SATU HARI SETELAH KAU BERULANG TAHUN! KAU PIKIR AKU TAK MELIHATMU?
Kai : Waktu itu.... Aku bisa menjelaskan padamu. Aku tidak selingkuh dengan Miyavi. Kau salah!
Aoi : (agak tenang) Tak perlu! Kau tak perlu susah payah berbohong padaku!
Kai : Nani? Berbohong? Aku tak bohong! Waktu itu Miyavi sedang mabuk dan aku membantunya pulang. Tak lebih. Dia memelukku karena dia tak kuat untuk berdiri.kau jangan cemburu, Aoichan!
Aoi : Apa benar itu semua? Kau tak bohong kan?
Kai : Memangnya aku pernah bohong padamu? Mana mungkin aku bohong pada orang yang aku cintai?
Aoi : (melepaskan cengkeramannya dan memeluk lalu mencium Kai)
Uruha : (melihat dari pintu apartemen Aoi dan terkejut. Lalu pergi meninggalkan apartemen Aoi)
Uruha : Doushite? Doushite? Kenapa aku harus lari dan menangis? Aku kan tidak mungkin cemburu dengan mereka. Aku kan tidak menyukai Kai. Aku baru mengenal Kai. Tak mungkin perasaan suka bisa datang secepat itu. Tapi apa mungkin yang dikatakan Reita dan Ruki? Apa aku mengalami yang disebut cinta pada pandangan pertama? Uso dake! Tidak mungkin! TIDAAAAKKKK!!!! Tapi senyumnya sangat manis. Dia lembut, baik, aku tak bisa melupakannya.
Uruha : Nee... Reita. Ajari aku caranya merebut kekasih orang.
Reita : Hah? Aku tak salah dengar? Memang kau mau merebut siapa dari siapa?
Uruha : Kai
Reita : Nani? Jadi kau benar-benar suka dengan Kai? Rasanya aku benar-benar salah dengar.
Uruha : (tiba-tiba menoleh ke arah Reita dan mencengkeram kerah Reita) Aku tidak main-main! (melepaskan cengkeramannya dan mengambil botol bir)
Reita : OK! OK! Gomen na! Demo, apa kau tidak takut dengan Aoi? Kau bisa dihajar habis-habisan. Kau tahu sendiri Aoi orang yang seperti apa.
Uruha : Wakatta. Aku juga tahu akibatnya aku bisa saja mati di tangan Aoi dan mungkin saja grup kita akan bubar.
Reita : Apa kau benar-benar menyukai Kai?
Uruha : Entahlah. Tapi aku saat ini selalu memikirkan Kai. Kemarin aku pergi ke tempat Aoi. Dan kau tahu apa yang aku lihat?
Reita : Apa ?
Uruha : Mereka berpelukan dan Aoi mencium Kai. Kai sepertinya menikmati ciuman yang diberika Aoi. Kuso!!
Reita : Akhirnya mereka berbaikan.
Uruha : Reita.... tolong aku! Aku harus berbuat apa sekarang?
Reita : Gomen na, Uruha. Aku tak tahu menahu tentang cinta. Yang aku tahu adalah bermain. Mungkin kau bisa bertanya pada Ruki.
Uruha : Jadi kau tak bisa membantuku? Kau tak bisa membantu apalagi Ruki. Ruki tak pernah punya pacar. Dia juga tak pernah menyukai laki-laki maupun perempuan. Ya sudah lah. Aku pergi dulu. Jaa na!
Reita : Jaa na! Kau mau ke mana? Natsu sebentar lagi datang. Katanya kau mau berkenalan dengannya?
Uruha : Kapan-kapan saja kalau masalahku ini sudah selesai.
Kai : Uruchan! Apa kau ada di dalam? (Kai memanggil-manggil Uruha sambil mencarinya di semua ruangan di apartemen Uruha.
Uruha : (berdiri di depan pintu apartemen) Nande Kaichan?
Kai : Oh! Akhirnya aku menemukanmu. Etoo... aku mau mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah memperbolehkan aku tinggal di sini untuk beberapa hari. Doumo arigatou gozaimasu!
Uruha : Douitashimashite. Kenapa kau bilang seperti itu? Seperti kau ingin pergi dari sini saja.
Kai : (tersenyum kaku) Umm... sebenarnya memang aku mau pergi dari sini. Karena aku sudah mendapatkan apartemen yang baru.
Uruha : Hontou ka? Di mana apartemenmu?
Kai : Di sebelah apartemen Aoichan. (sambil tersenyum)
Uruha : (sangat terkejut) Hah? Umm... Oh! Di sebelah Aoi ya? Kapan kau akan pindah?
Kai : Sekarang.
Uruha : Hah? Sekarang? Kenapa begitu cepat?
Kai : (tersenyum kecil) Umm... mungkin Uruchan sudah mendengar bahwa aku adalah pacar Aoi. Kemarin aku sempat bertengkar dengannya. Tapi aku sudah berbaikan lagi dengannya. Dan Aoi menyarankan supaya aku pindah di sebelah apartemennya yang mumpung kosong.
Uruha : Oh! Baguslah kau sudah mendapatkan apartemen yang baru. Di sebelah ornag yang kau cintai pula. Tapi aku pasti akan kesepian jika kau tidak tinggal di sini lagi. Beberapa hari bersamamu di sini membuat aku merasa bahagia. Aku merasa damai begitu aku pulang dan melihat kau tersenyum. Kai, apa kau benar-benar mau pergi dari sini?
Kai : Gomen na, Uruchan. Aku akan tetap pergi dari sini karena aku tidak mau menyusahkanmu terlalu lama. Saa... itekimasu! Sayounara, Uruchan! (berjalan menuju pintu depan)
Uruha : Kai! (berlari menuju Kai dan memeluk Kai dari belakang) Kai kumohon jangan tinggalkan aku! Aku tak mau sendirian! Aku mencintaimu!
Kai : (ingin menghindar dari pelukan Uruha namun tak bisa. Kai hanya bisa terdiam)
Uruha : Kumohon Kai! Jangan tinggalkan aku!
Aoi : (melihat kejadian tersebut dan langsung mendatangi Uruha. Melepaskan Kai dari Uruha dan memukul Uruha) LEPASKAN KAICHAN!! KAU TAK AKAN MUNGKIN BISA BERSAMA KAICHAN! DIA MILIKKU! BERANI-BERANINYA KAU SENTUH KAICHANKU!
Uruha : (sangat terkejut) Tu...tu... tunggu Aoi! Aku bisa menjelaskannya padamu!
Aoi : APA YANG INGIN KAU JELASKAN? APA KAU INGIN MENJELASKAN KAICHAN YANG MEMULAI? KAICHAN YANG MENGGODAMU?
Uruha : Bu... bu... (hantaman dari Aoi mendarat di perutnya) Ittai!!
Aoi : Sekali lagi kau berani menyentuh Kaichan, kau akan keluar dari grup dan akan pergi dari dunia ini! Awas kau! Ayo pergi, Kaichan! (menggandeng Kai dengan agak kasar)
Uruha : KUSO!!! (meninju tembok apartemennya)
Ruki : Aduh Uruha! Kenapa kau bisa melakukan itu pada Aoi? Dia adalah teman kita. Tak sepantasnya kau mengkhianatinya seperti ini.
Uruha : Aku tidak mengkhianati siapapun. Aku hanya ingin mengejar cintaku.
Reita : Tapi kau kan sudah tahu bahwa Kai adalah pacar Aoi.
Uruha : DIAM KAU!
Ruki : Ikhlaskan saja Kai dengan Aoi. Biarkan mereka hidup bahagia. Umm... aku punya solusi. Bagaimana kalau kau denganku saja?
Uruha : Hah? Aku tidak gila! Aku tidak mencintaimu. Aku hanya cinta dengan Kai!
Ruki : Ya sudahlah. Lagipula aku tidak menyukaimu. Khu khu khu... Begini saja, bagaimana jika kita tanyakan saja pada Kai siapa yang akan dia pilih. Karena cinta itu tak harus memiliki. Tapi, kau juga harus menghargai semua pilihan Kai. Jika dia memilih Aoi, kau harus relakan dia.
Kai : (tiba-tiba muncul di depan apartemen Uruha) Aku memilih Aoi!
Uruha, Reita, dan Ruki : (terkejut melihat kedatangan Kai)
Kai : Maafkan aku, Uruchan! Tapi aku tak mau kau dan Aoi bermusuhan dan grup ini bubar. Umm... Ruki, Reita, maafkan aku juga karena aku membuat keadaan seperti ini.
Ruki dan reita : Oh! Daijoubu.
Kai : Jadi, Uruchan. Terima kasih kau telah mencintaiku. Aku sungguh senang sekali bisa dapat cinta darimu. Demo, hontou ni gomen nasai!
Uruha : Oh! Daijoubu! Seperti yang dikatakan Ruki, aku harus ikhlas atas semua pilihanmu. Jadi, aku biarkan kau bersama Aoi. Tapi jika Aoi berani menyakitimu, aku tak akan tinggal diam.
Kai : (tersenyum dan memeluk Uruha)
Uruha : Oia, mana Aoi?
Aoi : Aku di sini. (dia terlihat di balik pintu apartemen Uruha)
Uruha : Kau dengar apa kata-kataku barusan?
Aoi : Yosh! Aku dengar
Uruha : Ingat itu baik-baik! Awas jika kau menyakiti Kaichan! Kau pasti yang akan pergi dari dunia ini. Nee... Aoi, gomen nasai! Maafkan aku atas semuanya.
Aoi : Yosh! Aku maafkan kau! (tersenyum dan memeluk Uruha)
Ruki, Reita, dan Kai berkumpul bersama Uruha dan Aoi. Dan mereka saling berpelukan.
===OWARI===
1 komentar:
yosh!! nhe natchu!! kaga pny id blog, bs pake gmail trnyata.. XDD
penpik na ok!!
minta yg lain agy yaa!!
buruan!! *maksa mode : on*
ganbatte!! ^^~
Posting Komentar